Bab I: Pertemuan
Pertemuan kita, ibarat romansa yang dibumbui sedikit komedi.
ㅤㅤSebenarnya, aku adalah gadis pencinta hujan, orang menyebutku pluviophile, nama yang cukup nyetrik, tapi aku tidak sukaㅡ entahlah, sepertinya memang aku tidak suka dengan hal-hal yang nyetrik. Oke, mari kita balik lagi mengapa hari ini aku cukup kesal dengan hujan.
ㅤㅤPertama, pakaianku sudah rapi. Kaos berbalut cardigan dan celana kulot panjang berwarna hitam serta kacamata yang selalu bertengger pada hidungku. Hari ini adalah hari pertamaku untuk menjalani semester empat, dan sialnya hujan membasahi badanku, dan sekarang penampilanku seperti kucing sehabis berenang. Di stasiun ini, aku berdiri, menunggu commuter line untuk menuju ke kampus.
ㅤㅤKedua, di depanku sekarang berdiri laki-laki rapi dan wangi, dia adalah crush-ku. Sebenarnya, aku salah kategori perempuan berani, karena berani suka dengan kakak tingkat yang cukup terkenal di kampusku, ya tentu saja aku adalah satu dari seratus orang yang menyukainya dengan diam.
ㅤㅤDengan cepat aku menuju kamar mandi, merapikan diri dan kembali menunggu commuter line, untung saja tujuh menit setelah itu commuter line segera datang.
ㅤㅤAh, kukira penderitaanku hanya sebatas tadi. Jika kalian tau, kakak tingkat yang tadi ku taksir, kini dia duduk disebelah kanan ku, yatuhan sejujurnya aku ingin berteriak sekarang, aku benar-benar tidak siap untuk berinteraksi dengannya sekarang.
ㅤㅤ"Oh? Ternyata kita sekampus ya?" Ucap si kakak tingkat itu.
ㅤㅤ"Y-ya? Oh? Iya." Mungkin dia tau karena lock screen ponselku adalah lambang kampuskuㅡku pajang karena kampusku adalah salah satu kampus bergengsi, ya jadi aku harus sombong.
ㅤㅤ"Kalau gitu, kenalin, namaku Bima, Bimasena, panggil saja Bima atau Sena, kamu?" Ya sejujurnya tanpa ia beritahu akupun sudah tau namanya, hahaha, halo? Siapa yang tidak tau namamu di kampus kita.
ㅤㅤ"Ah, namaku Mega Kartika, panggil saja Mega, ya walaupun temanku sering memanggilku Megamen, Megalodon, Mega mendung. Oke maaf, aku banyak bicara."
ㅤㅤ"Hahahaha, kukira kamu adalah orang yang pendiam, ternyata kamu lucu juga ya." Sebenarnya tadi adalah suara tertawa yang paling renyah yang pernah kudengar, atau hanya karena aku jatuh cinta dengan orang ini?
ㅤㅤAku menyelipkan rambut ke telingaku, menunduk, terlalu malu untuk bereaksi apapun. Dan ya, selanjutnya hanya diisi kesunyian sampai pada tujuan, pada akhirnya aku terlalu malu untuk mengajaknya sekedar bicara basa-basi, ataupun yang lain.
ㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡㅡ
Biya's Note:
ㅤㅤ ㅤㅤ
ㅤㅤHalo! Terimakasih telah menyempatkan diri untuk membaca note yang saya buat, terlebih lagi note yang satu ini, karena ini adalah saya sebagai penulis Senandika Langit sendiri yang menuliskan.
ㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤDisini saya akan menyampaikan beberapa hal terkait Mega Kartika Putri dan Bimasena Anggara. Mega Kartika Sari dan Bimasena Anggara merupakan karakter ciptaan saya sendiri, tanpa melibatkan lembaga lembaga yang lain.
ㅤㅤ


Keren kak! Semangat buat karya yang lain yaa
BalasHapus